Budaya nasional bersumber dari budaya
Budaya nasional bersumber dari budaya. Pengertian Kebudayaan Nasional Konsep kebudayaan Indonesia sebenarnya dimulai dan dibangun oleh para pendahulu kita, yang mengacu pada nilai-nilai yang dipahami, dianut, dan dipedomani oleh bangsa Indonesia itu sendiri. Nilai-nilai tersebut telah dianggap sebagai puncak dari kebudayaan daerah, sebagaimana ciri khas kebudayaan bangsa Indonesia itu sendiri. Kebudayaan nasional Indonesia adalah kebudayaan yang berasal dari bangsa Indonesia itu sendiri, yaitu semua nilai-nilai luhur dan falsafah bangsa yang berada didalam masyarakat dan hal tersebut murni dari Indonesia itu sendiri.
Kebudayaan nasional pada intinya adalah gabungan dari berbagai maca budaya daerah di suatu negara tertentu, seperti Indonesia. Meskipun demikian, kita harus melestarikan budaya nasional kita agar supaya budaya kita tida diambil dan diakui oleh negara lain. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Kebudayaan Daerah Kebudayaan daerah adalah kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di suatu daerah tertentu dan merupakan suatu warisan budaya untuk daerah tersebut yang mempunyai ciri khas tersendiri dan berbeda dari yang lainnya.
Bagaimana tanggapanmu tentang orang yang kurang peduli terhadap seni budaya bangsanya?
Hal ini karena terlambatnya dalam mematenkan suatu budaya dan benda — benda peninggalan zaman Indonesia dulu. Ketika budaya dan barang kebudayaan atau hasil buah tangan seniman Indonesia masih ada di Indonesia, banyak dari warga merasa budaya tersebut tidak berharga, tetapi ketika ada negara lain akan mengambil budaya tersebut dan kemudian hilang dari kita, barulah mereka merasa itu sangat berharga. Kenapa berharga saat sudah hilang?
Proses masuknya agama dan budaya hindu-buddha atau sering disebut indianisasi di kepulauan indonesia
Bosch yang menyatakan bahwa proses Indianisasi di Kepulauan Indonesia dilakukan oleh kelompok tertentu, mereka itu terdiri dari kaum terpelajar yang mempunyai semangat untuk menyebarkan agama Buddha. Kedatangan mereka disambut baik oleh tokoh masyarakat. Selanjutnya karena tertarik dengan ajaran Hindu-Buddha mereka pergi ke India untuk memperdalam ajaran itu.
Mengapa perdagangan internasional dapat meningkatkan produktivitas usaha
Negara yang masih belum atau tidak mampu memproduksi suatu barang dapat memperolehnya dari negara lain. Selain barang, teknologi mesin yang canggih juga bisa diperoleh dari ga ini. Sehingga suatu negara dapat lebih maju dan efektif untuk menciptakan produk.
Apakah yang anda ketahui tentang nasionalisme kewarganegaraan
Setelah memahami tentang hak dan kewajiban apa yang didapatkan dan harus di lakukan, maka sebagai warga negara kita bisa menjalankannya dengan penuh tanggung jawab sesuai peraturan ataupun menuntut hak — hak yang mungkin belum terpenuhi sebagai warga negara. Artinya setelah mengerti peran dan keadaan negara , kita seharusnya menjadi warga negara yang cinta pada tanah air dan rela berkorban demi bangsa dan Negara, artinya kita jadikan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sebagai pedoman kita dalam berpikir. Sikap bela negara ini bisa diwujudkan dengan cara misalnya pendidikan yang salah satunya adalah pendidkan kewarganegaraan.
Jelaskan ancaman di bidang pertahanan dan keamanan yang paling mengancam integrasi nasional saat ini
Yang saat ini terjadi dalam hal keamanan dan pertahanan kan gitu, wilayah natuna, atau laut diklaim. Dan negera seperti China punya kekuatan militer yang kuat. Atau misalnya membuat pangkalan militer di dekat kedaulatan wilayah negara kita.
Penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari dalam masyarakat berkaitan dengan demografi
Apa saja penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari dalam masyarakat? Pada dasarnya, perubahan sosial budaya terbagi atas faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal merupakan pemicu perubahan dari luar masyarakat yang mengharuskannya menyesuaikan diri terhadap faktor tersebut.
Pertambahan pendapatan nasional negara ‘merdeka’ lebih besar dari pada pertambahan jumlah pendudukny
Dirjen Pengembangan Air Minum KemenPU-Pera, M. Natsir memaparkan, pada 2013, secara nasional akses air minum telah mencakup 67,7 persen total penduduk Indonesia, akses sanitasi layak 60,91 persen. Sedangkan upaya penangan kawasan kumuh perkotaan masih menyisakan 12 persen atau seluas 38.















